RSS

Doa Seorang Ibu

08 Nov

Doa Seorang Ibu untuk Anaknya…

Posted on 3 November 2011 by tuansufi

Bismillahirrohmanirrohim

Ya Allah ya Salam
Ketika Engkau menebar keselamatan pada hari ini,
maka dahulukanlah untuk anakku ini…

Ya Rahman Ya Rohiim
Jadikanlah ia dalam golongan orang yang selalu menerima rahmat kasih sayang-MU

Ya rozaaq ya Basith
Luaskan rizki dan barokah untuknya

Ya barii
Mudahkanlah hidupnya, sembuhkan segala penyakit dalam jasad dan ruhnya.

Ya Quddus
Jauhkan ia dari segala penyakit hati

Ya Rofii
muliakan dan tinggikan derajatnya

Ya Malikul mulki
Jagalah dia dalam kuasaMU

Ya Syakur
jadikanlah ia ahli bersyukur

Ya Ghoffar
Ampunilah ia sepanjang hidup di dunia dan akhiratnya

Ya Shobuur Ya Mu’iz
tambahkan kesabaran dan beningkanlah hatinya

Yaa Haadii
berikanlah petunjuk dalam ujian yang akan ditempuhnya sebentar lagi

Amin ya Robbal ‘alamin….

Doa ini terkirim hanya beberapa menit sebelum ujian sang anak dimulai

Alhamdulillah kini sang anak telah lulus ; dengan predikat sangat memuaskan. dengan lirih dari mulut sang anak terucap,

terima kasih, Ibu…

dan aku tahu persis bahwa, ucapan itu tidak bisa mewakili sedikitpun apa-apa yang ingin ia sampaikan kepada ibunya

karena gemuruh didadanya melebihi gempa terkuat yang ada di muka bumi ini,

karena sesungguhnya rasa terima kasihnya itu;  melampaui semua jarak terjauh,  menyelami samudera sampai ke tempat yg  paling dalam, melayang-layang sampai ke langit tertinggi,

tidak terdefinisi oleh kata-kata.

Doa Ibu yang Membuat Anaknya yang Mati Hidup Lagi

17 Mei

Sebelumnya saya pernah menulis tentang dahsyatnya Doa Nabi Yunus  dan dahsyatnya Doa Nabi Musa. Kali ini saya akan menulis tentang dahsyatnya doa seorang ibu terhadap anaknya yang sudah mati, kemudian anak itu hidup kembali. Kisah ini saya dapatkan dalam kitab Mujab ad-Da’wah yang ditulis oleh Imam al-Hafizh Ibnu Abi ad-Dunya rahimahullah.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu , dia bercerita:

Suatu hari kami menjenguk seorang anak muda dari Anshar (Madinah) yang sedang sakit berat. Kami tidak beranjak dari sisinya sampai ajal menjemputnya. Lalu kamipun membentangkan kain untuk menuntupi wajahnya. Ibunya yang sudah lemah dan tua berada di samping kepalanya. Lalu kami menoleh kepadanya sambil menghiburnya dengan berkata, ‘Berharaplah pahala dari Allah atas musibah yang menimpamu’.

‘Apakah anakku sudah mati?’, tanya wanita tua itu.

‘Ya’, jawab kami.

‘Benarkah apa yang kalian katakan?’, tanyanya lagi.

‘Ya, benar’, jawab kami.

Lalu wanita tua itu mengulurkan tangannya ke langit sambil berkata, ‘Ya Allah, Engkau tahu bahwa aku pasrah kepada-Mu dan berhijrah kepada Rasul-Mu, dengan harapan agar Engkau berkenan menolongku dalam tiap kesulitan. Ya Allah, janganlah Engkau timpakan kepadaku musibah ini pada hari ini’.

Kemudian dibukalah penutup wajah yang telah kami tutupkan kepada anak muda itu. Tidak berapa lama kemudian, kami menyantap makanan bersamanya.

Ajaib, anak muda itu hidup kembali.

Apa hikmah kisah ini?

Pertama, kisah ini memberi bukti akan dahsyatnya efek doa seorang ibu yang shalihah. Doa orangtua kepada anaknya seperti doa Nabi untuk umatnya. Jangan ragu untuk selalu meminta doa dari orangtua.

Kedua, kisah ini memotivasi kita agar terus berdoa. Jangan pernah berhenti berdoa. Jangan berpikir mengapa doa kita belum terkabulkan. Kalaupun Allah swt ‘belum’ menjawab doa kita, maka kita sudah mendapatkan dua pahala: pahala berdoa dan pahala bersabar menunggu keputusan Allah swt. Tidak ada doa yang tidak terkabul. Allah swt mengabulkan doa-doa kita yang sesuai dengan kebutuhan kita dan sesuai pada waktu yang kita butuhkan.

Ketiga, kisah ini memotivasi kita untuk terus mempertebal keyakinan kepada Tuhan. Ya, keyakinan penuh kepada Allah swt, Sang Pemberi Kehidupan, bahwa Dia akan selalu menyertai langkah hidup kita. Keyakinan seperti ini tidak akan tumbuh dalam hati seseorang yang tidak percaya dengan Kemahakuasaan Allah swt. Keyakinan seperti ini tidak akan lahir dari hati yang lalai dari Allah swt. Itulah hati yang penuh dengan doa dan pengharapan kepada Allah, hati yang penuh dengan cinta kepada Allah, hati yang selalu berusaha lurus di jalan-Nya. Pemilik hati seperti ini akan selalu ditolong oleh Allah swt. persis seperti yang dilakukan-Nya terhadap wanita tua itu.

Kita seringkali merasa putus asa dan terombang-ambing dengan ujian hidup. Itu karena kita tidak punya keyakinan penuh kepada Allah swt. bahwa Dia akan menolong kita. Bisa jadi, hati kecil kita berkata bahwa sebabnya adalah karena kita kurang dekat dengan-Nya selama ini.

Jika kita selalu berusaha mendekat kepada Allah swt dan memperbaiki ibadah kepada-Nya, maka yakinlah Dia akan memberi jalan keluar pada setiap kesulitan kita.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 8 November 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: