RSS

Merakit Komputer

silahkan lihat file pdf

antoni-merakit-komputer(1)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 14 November 2012 in Uncategorized

 

Tag: , , ,

Manfaat Facrbook dan Twitter

Maanfaat Facebook dan Twitter secara Psikologis

Jejaring sosial baik facebook maupun twitter kini memang sudah menjadi gaya hidup. Jika kita tidak memiliki akun jejaring sosial pastilah kita akan dicap sebagai orang yang ketinggalan jaman(norak/kamseupay). Namun apakah kita bisa mendapatkan manfaat dari jejaring sosial yang kita punya??
Secara psikologi ada beberapa manfaat jejaring sosial baik facebook maupun twitter, diantaranya  :
1.       Facebook atau twitter bisa menjadi tempat curhat. Secara psikologi curhat itu sehat, tidak baik memendam masalah ataupun perasaan tidak nyaman. Bisa-bisa lama-lama masalah yang kita hadapi bisa masuk ke alam bawah sadar dan dampaknya buruk bagi jiwa kita.
2.       Dapat mengobati rindu dengan sang mantan. Loh kok?? Dengan adanya jejaring sosial kita bisa membuka profil mantan kita dan sejenak melepaskan kerinduan. Karena rasa rindu yang tidak tersalurkan tidak baik juga secara psikis. Contoh dalam teori psikoanalisa kita akan mengalami salah ucap(manggil-manggil mantan).

 

3.       Bisa mengasah kemampuannya berkencan dengan bermain Sims Social di Facebook. Yang memiliki masalah dengan kencan bisa berlatih juga kan??
4.       Dengan facebook atau twitter setidaknya kita tidak merasa kesepian dan terpuruk dengan kesendirian(apalagi yang habis putus cinta). Seperti kita ketahui, kesepian adalah hal yang paling dihindari. Karena kesepian dan keterpurukan serta terlalu memikirkan masalah yang kita hadapi menjadi banyak penyebab depresi, gantung diri, minum anti nyamuk, lompat dari mall, dll.
5.       Mendapat apresiasi dari orang lain. Jika status ataupun tweet (yang memiliki nilai kreatifitas;puisi,kata-kata motivasi,dll)  yang kita buat di apresiasi tentu saja menambah kepercayaan diri kita. Jika sudah begitu maka kita akan termotivasi membuat karya-karaya lain(walaupun di dunia maya). Siapa sih yang ngga ingin dipuji?? Dan pujian itu sebenarnya sehat kok(kalo kebanyakan ya ngga baik juga sih).
6.       Untuk orang yang memiliki kepercayaan diri yang buruk dalam merayu, bisa juga berlatih jejaring sosial. Karena kebanyakan teman di jejaring sosial tidak kita kenal maka akan lebih santai dalam berlatih merayu. Merayu itu penting, karena kalo tidak pintar merayu kita tidak akan laku, kalo kita tidak laku maka akan buruk bagi kesehatan emosional kita.
7.       Dapat mengusir kegalauan. Bila kita galau kita bisa chatt atau mention teman-teman kita yang sama-sama sedang galau. Itu lebih baik daripada harus meratapi kegalauan sendirian. Perasaan galau sangatlah tidak baik bagi kita secara psikologis. Bila kita sedang galau biasanya makan tidak enak, tidur tidak nyaman, lebih cepat marah,dll(pengalaman pribadi).
Nah itu lah manfaat dari jejaring sosial baik facebook maupun twitter. Tapi kalo anda sudah eksis di jejaring sosial tapi masih saja belum menemukan manfaat dan masih saja galau bagaimana??  Mungkin anda adalah tipe orang yang memiliki unsur air tinggi, yang memiliki sifat basah/melanchole(dikit-dikit nangis, dikit-dikit mikir masalah, dikit-dikit galau). Sifat melanchole antara lainmudah kecewa, daya juang kecil, muram(mukanya) dan daya juang kecil. Lalu bagaimana solusinya?? Bersabarlah, dunia memang kejam..
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 10 November 2012 in Uncategorized

 

Penyalah Gunaan Narkoba

PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI KALANGAN REMAJA

PENYALAHGUNAAN NARKOBA

DI KALANGAN REMAJA

Oleh : Bayu Pramutoko,SE,MM

 

Maraknya narkotika dan obat-obatan terlarang telah banyak mempengaruhi mental dan sekaligus pendidikan bagi para pelajar saat ini. Masa depan bangsa yang besar ini bergantung sepenuhnya pada upaya pembebasan kaum muda dari bahaya narkoba. Narkoba telah menyentuh lingkaran yang semakin dekat dengan kita semua. Teman dan saudara kita mulai terjerat oleh narkoba yang sering kali dapat mematikan. Sebagai makhluk Tuhan yang kian dewasa, seharusnya kita senantiasa berfikir jernih untuk menghadapi globalisasi teknologi dan globalisasi yang berdampak langsung pada keluarga dan remaja penerus bangsa khususnya. Kita harus memerangi kesia-siaan yang di akibatkan oleh narkoba.

I    Penyebab Penyalahgunaan Narkoba

  1. a. Kegagalan yang di alami dalam kehidupan

Tidak memiliki rasa percaya diri ataupun kurang mendapat kasih sayang orang tua dapat menyebabkan timbulkan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Misalnya saja, orang tua yang terbilang sukses dalam berkarir tetepi kurang memberi perhatian kepada keluarga, adanya perselisihan di keluarga hingga mengalami kehancuran (Broken Home).

b.   Pergaulan yang bebas dan lingkungan yang kurang tepat.

Menurut teori Waddington, mengenai “develope mental land scape”, jika seorang anak di tempatkan pada suatu lingkungan tertentu, maka sulitlah bagi kalangan tersebut untuk mengubah pengaruhnya, terlebih lagi jika lingkungan itu sangat kuat mempengaruhi anak tersebut. Dengan demikian untuk mencegah penggunaan narkoba, maka  land scape (lingkungan) yang baik saat ini adalah lingkungan Islam. Sebagai orang tua seharusnya dapat memperingatkan anaknya agar tidak bergaul dengan teman yang berakhlak tidak baik.

  1. c. Kurangnya siraman agama

Untuk memerangi narkoba, upaya yang perlu di lakukan adalah       membangkitkan kesadaran beragama dan menginformasikan hal-hal yang positif dan bermanfaat kepada para remaja. Karena, pada zaman sekarang ini sangt sedikit para remaja yang sadar akan pentingnya siraman agama.

  1. d. Keinginan untuk sekadar mencoba

Keyakinan bahwa bila mencoba sekali takkan ketagihan adalah salah satu penyebab penggunaan narkoba, karena sekali memakai narkoba maka mengalami ketagihan dan sulit untuk di hentikan. Maka dari itu, bila seseorang ingin terhindar dari narkoba, harus dapat menjauhkan dirinya dari hal-hal yang memungkinkan untuk mencoba dan bersentuhan dengan narkoba.

II.  Narkoba Yang Banyak Beredar Di Masyarakat.

Ada banyak jenis narkoba yang beredar di masyarakat yang banyak di salahgunakan oleh remaja, antara lain:

  • Ganja, di sebut juga dengan mariyuana, grass/rumput, pot, cannabis, joint, hashish, cimeng.
  • Heroin, di sebut juga dengan putaw, putih, PT, bedak, etep.
  • Morfin, yaitu narkoba yang di olah dari candu/opium yang mentah.
  • Kokain, di sebut juga dengan crack, coke, girl, lady.
  • Ekstasi, di sebut juga  dengan ineks, kancing.
  • Shabu-shabu, di sebut juga dengan es, ss, ubas, kristal, mecin.
  • Amphetamin, di sebut juga dengan speed.

#  Zat Hirup

Berbagai jenis bahan perekat yang di pasarkan sebagai bahan bangunan juga sering kali di salah gunakan untuk di hirup, antara lain: lem kayu (sejanis aica aibon), cat, thinner.

#  Obat Penenang, di sebut juga pil koplo

berbagai obat penenang dan obat tidur (anti-insomnia) juga sring di pakai oleh pecandu narkoba. Obat-obatan in masuk daftar G dan psikotropika, tetapi di perjualbelikan secara bebas di kios-kios kaki lima.

  1. a. Akibat Penyalahgunaan Narkoba Terhadap Kesehatan.

Secara keseluruhan obat-obatan ini dapat menimbulkan gangguan-gangguan pada sistem saraf manusia, juga pada organ-organ tubuh manusia. Narkoba juga akan mengakibatkan kcanduan/ketagihan kepada pemakainya dan apabila pemakaian di hentikan, dapat mengakibatkan kematian. Ciri-ciri kecanduan antara lain: kejang, sakit perut, badan gemetar, muntah-muntah, mata dan hidung berair, hilangnya nafsu makan dan hilangnya/berkurangnya berat badan.

  1. b. Akibat Penggunaan Narkoba Terhadap Lingkungan Di Masyarakat

Penggunaan narkoba dapat menghilangkan kesadaran pemakainya, menyebabkan paranoia (linglung), juga dapat membuat pemakainya menjadi ganas dan liar sehingga dapat mengganggu ketentraman di masyarakat.

Untuk mendapatkan barang-barang haram itu, di perlukan tidak sedikit biaya, sehingga dapat menimbulkan perbuatan-perbuatan kriminal seperti pencurian, perampasan ataupun pertengkaran dan tidak sedikit pula yang menimbulkan pembunuhan.

III  Pencegahan Dan Penanggulangan Terhadap Penyalahgunaan Narkoba

Ada banyak hal untuk mencegah penggunaan narkoba antara lain adalah:

  • membangkitkan kesadaran beragama, menginformasikan hal-hal positif dan bermanfaat.
  • Selektif dalam memilih teman.
  • Selektif dalam memilih makanan dan minuman.
  • Menghindarkan diri dari lingkungan yang tidak tepat.
  • Membentuk kelompok-kelompok kecil yang saling mengingatkan.
  • Bila berhadapan dengan orang/teman yang mulai bersentuhan dengan narkoba, gunakan kasih sayang  untuk menariknya ke jalan hidup yang lebih sehat.
  • Mengetahui fakta-fakta tentang narkoba termasuk akibat-akibat yang di timbulkan oleh barang-barang haram tersebut.

     

    Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba

    Filed under: HUKUM PIDANA — Tinggalkan Komentar
    April 23, 2012
    2 Votes

     

    Sejak Zaman Purba manusia sudah mengenal dan menggunakan daun, ranting, biji, akar, bunga, atau getah dari tumbuhan tertentu yang mengandung bahan yang berkhasiat mengurangi rasa sakit, menghilangkan rasa letih atau menimbulkan perubahan suasana batin dan perilaku. Tersedianya bahan tersebut merupakan bagian dari kemurahan tuhan yang maha kuasa, yang menciptakan rasa sakit atau letih, pada waktu yang sama menyediakan bahan penawarnya.

    Tetapi bila disalahgunakan (digunakan diluar tujuan pengobatan serta tanpa pengawasan dokter, secara berlebihan dan berulangkali atau terus menerus), bahan tersebut dapat menimbulkan ketergantungan. Bahan tersebut selanjutnya disebut narkoba, untuk merujuk dan sebagai singkatan dari narkotika, psikotropika dan bahan/zat adiktif lainnya.

    Ketergantungan terhadap narkoba dapat menimbulkan gangguan kesehatan jasmani dan rohani, yang lebih jauh dapat menyebabkan penderitaan dan kesengsaraan sampai pada kematian sia-sia. Sebagai makhluk yang mempunyai akal sehat, dan keimanan, seharusnya manusia mampu menghindari penyalahgunaan narkoba.

    Penyalahgunaan narkoba biasanya diawali dengan penggunaan coba-coba sekedar mengikuti teman, untuk mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri, kelelahan, ketegangan jiwa, atau sebagai hiburan maupun untuk pergaulan. Bila taraf coba-coba tersebut dilanjutkan secara terus menerus akan berubah menjadi ketergantungan.

    Dalam dua dasawarsa terakhir, penggunaan dan pengedaran narkoba secara ilegal diseluruh dunia, menunjukkan peningkatan tajam serta mewabah merasuki semua bangsa dan ummat semua agama, serta telah meminta banyak korban.

    Sekarang tidak satupun bangsa atau umat yang bebas dari atau kebal terhadapa penyalahgunaan narkoba, dan tidak ada lagi provinsi, kota, atau kabupaten yang bebas dari penyalahgunaan dan pengedaran narkoba.

    Dampak negatif dari kehidupan sosial masyarakat akibat penyalahgunaan dan pengedaran gelap narkoba sangatlah besar, hal ini dapat mengakibatkan antara lain beban biaya ekonomi, biaya manusia (human cost) dan biaya social (social cost) yang sangat tinggi yang harus dipikul oleh orang yang bersangkutan, orang tua atau keluarganya serta masyarakat dan negara.

    Penyalahgunaan Narkoba

    Penyalahgunaan narkoba adalah penggunaan narkoba diluar keperluan medis, tanpa pengawasan dokter dan merupakan perbuatan melanggar hukum (Pasal 59, Undang-Undang Nomor 5, Tahun 1997, tentang psikotropika dan Pasal 84,85,dan 86, Undang-Undang Nomor 22, Tahun 1997, tentang Narkotika).

    Penyalahgunaan narkoba merupakan suatu proses yang makin meningkat dari taraf coba-coba ke taraf penggunaan untuk hiburan, penggunaan situasional, penggunaan teratur sampai kepada ketergantungan. Memasuki taraf coba-coba bisa langsung terseret kepada taraf ketergantungan oleh karena sifat narkoba yang mempunyai daya menimbulkan ketergantungan yang tinggi.

    Penyalahgunaan narkoba dapat dilakukan dengan cara ditelan, dirokok, disedot dengan hidung, disuntikkan kedalam pembuluh darah balik (intravena), disuntikkan kedalam otot atau disuntikkan kedalam lapisan bawah kulit.

    Penggunaan narkoba secara suntik dan menggunakan jarum suntik secara bergilir dapat menimbulkan ketularan penyakit HIV/AIDS, Hepatitis B, Hepatitis C, dan penyakit infeksi lainnya yang ditularkan melalui darah ata cairan tubuh.

    Penggunaan narkoba secara berulang kali akan menimbulkan ketergantungan yang makin lama memerlukan jumlah narkoba yang makin tinggi dosisnya untuk menghasilkan khasiat yang sama (menimbulkan daya toleransi). Bila pemakain narkoba dihentikan atau dikurangi secara mendadak akan menimbulkan gejala putus narkoba (Withdrawal syndrome), yaitu perasaan nyeri seluruh tubuh yang tidak terperikan.

    Berbagai Jenis Narkoba Yang Disalahgunakan, Khasiat Dan Dampaknya.

    Narkotika adalah “Zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang Nomor 22, Tahun 1997, tentang Narkotika).

    Psikotropika adalah “Zat atau obat baik alamiah maupun sintetis, bukan narkotika yang berkhasiat psikoaktif, melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang Nomor 5, Tahun 1997 tentang psikotropika).

    Bahan adiktif lainnya adalah zat atau bahan yang tidak termasuk kedalam golongan narkotika atau psikotropika, tetapi menimbulkan ketergantungan, antara lain seperti alkohol, tembakau, sedatifhipnotika, dan inhalansia.

    1. Yang tergolong Narkotika:

    Opioida

    Opioida adalah sekelompok zat alamiah, semi sintetis atau sintetis yang mempunyai khasiat farmakologi mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri (analgesik), meliputi :

    1). Opioida alamiah, yaitu opium, morfin, dan codein.
    2). Opioida semi sintetis, yaitu hidromorfin dan heroin. Heroin adalah hasil pemrosesan opioida alamiah dengan sedikit perubaha kimiawi.
    3). Opioida sintetik meliputi meperidin, propoksifen, leforfanol dan levarolfan.

    Morfin

    Morfin adalah opioida alamiah yang mempunyai daya analgestik yang kuat, berbentuk kristal, berwarna putih dan berubah menjadi kecoklatan dan tidak berbau. Opium mentah mengandung 4-21% morfin. Sebagian besar opium diolah menjadi morfin dan codein.

    Codein

    Codein adalah alkaloida terkandung dalam opium sebesar 0.7 – 2.5%, merupakan opioida alamiah yang banyak digunakan untuk keperluan medis. Codein mempunyai khasiat analgesic lemah, yaitu hanya 1/12 daya analgesic morfin. Codein digunakan sebagai antitusif (perdeam batuk) yang kuat.

    Heroin / Putauw

    Heroin atau diasetilmorfin adalah opioida semi sintesis berupa serbuk putih yang berasa pahit. Dipasar gelap Heroin dipasarkan dalam ragam warna, karena dicampur dengan bahan lain seperti gula, coklat, tepung susu dan lain-lain dengan kadar sekitar 24%.

    Ganja, marijuana, Cannabis Sativa, Cannabis Indika.

    Ganja adalah tumbuhan perdu liar yang tumbuh didaerah beriklim tropis dan subtropik seperti Indonesia, India, Nepal, Thailand, Laos, Kamboja, Kolumbia, Jamaica, Rusian bagian selatan, Korea dan lowa (Amerika Serikat), nama jalanan diIndonesia disebut cimeng.

    Komponen psikoaktif ganja adalah delta-9-tetra hydrocannabinol atau delta 9-THC ganja tertinggi terdapat pada pucuk bunga tanaman betina. Ganja kering biasanya terdiri atas campuran daun (sekitar 50%), ranting (sekitar 40%) dan bijinya (sekitar10%).

    Metadon

    Metadon adalah opioida sintetis yang mempunyai daya kerja lebih lama dan lebih efektif daripada morfin dengan cara penggunaan ditelan. Metadon digunakan sebagai terapi substitusi dalam Methadon Maintenance Program, untuk mengobati ketergantungan terhadap opioida.

    Kokain

    Kokain adalah alkaloida dari daun tumbuhan Erythroxylon Coca, sejenis tumbuhan yang tumbuh dilereng pegunungan Andes di Amerika Selatan. Sejak berabad yang silam, orang-orang Indian Inca suka mengunyah daun koka dalam upacara ritual dan atau untuk menahan lapar atau letih.

    Crack

    Crack adalah bentuk baru berupa kristal seperti kerikil, harganya tak terlalu mahal. Merupakan saripati kokain yang mempunyai dampak ketergantungan lebih kuat daripada kokain. Penggunaannya dihisap seperti rokok, nama lain disebut Coke, Snow, flake, dan Rock.
    Lampiran Undang-Undang Nomor 22, Tahun 1997 tentang Narkotika, merinci tiga golongan narkotika, yaitu narkotika Golongan I sebanyak 26 jenis ; Narkotika Golongan II sebanyak 87 jenis dan narkotika Golongan III sebanyak 14 jenis.

    Narkotika Golongan I

    Narkotika golongan I yaitu narkotika yang hanya dapat digunakan untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan dilarang digunakan untuk kepentingan lainnya, seperti antara lain :

    – Tumbuhan Papaver Somniferum L dan semua bagiannya termasuk buah dan jeraminya, kecuali bijinya.

    – Opium mentah, yaitu getah yang membeku, diperoleh dari buah tumbuhan papaver somniferum.

    – Opium masak yaitu:
    * Candu yang diperoleh dari opium mentah melalui serangkaian proses pengolahan khusus : pelarutan, pemanasan dan fermentasi, tanpa tambahan bahan lainnya, dijadikan saripati dan sebagainya.
    * Jicing, sisa-sisa candu yang dihisap, tanpa memperhatikan apakah candu tersebut dicampur dengan bahan lainnya atau tidak.
    * Jicingkon, yaitu hasil pengolahan jicing.

    – Tumbuhan Coca, yaitu tumbuhan dari semua genus Erythroxylon dan keluarga Erythroxylaceae termasuk buah dan bijinya.

    – Daun Coca yang belum atau sudah dikeringkan atau dalam bentuk serbuk dari semua tanaman genus Erythroxylon, yang menghasilkan Cocaine secara langsung atau melalui proses kimiawi.

    – Cocaine mentah yaitu, hasil pengolahan daun Coca secara langsung.

    – Cocaine (methylester-l-bonzoil-ecgonine) yaitu serbuk kristal berwarna putih diperoleh dari sari daun tumbuhan coca.

    – Tumbuhan ganja, yaitu antara lain semua tumbuhan genus cannabis dan semua bagiannya, getahnya dan hashish, seluruhnya ada 26 jenis narkotika golongan I.

    Narkotika Golongan II

    Narkotika Golongan II yaitu narkotika yang mempunyai daya menimbulkan ketergantungan menengah, dapat digunakan sebagai pilihan terakhir untuk tujuan pengobatan dan ilmu pengetahuan, seperti antara lain :

    – Morphine, yaitu alkaloida yangterdapat dalam opium, berupa serbuk putih, digunakan dalam pengobatan sebagai penawar rasa sakit yang kuat dalam operasi atau karena penyakit kanker.
    – Phentanyl.
    – Exgonina.
    -Petidine seluruhnya ada 87 jenis.

    Narkotika Golongan III

    Narkotika Golongan III yaitu, narkotika yang mempunyai daya ketergantungan rendah, yang banyak digunakan dalam pengobatan dan untuk tujuan ilmu pengetahuan seperti antara lain :

    – Codein, yaitu alkaloida berupa serbuk putih atau dalam bentuk tablet, terkandung dalam opium atau sintesis dari morfine, digunakan sebagai obat antitusif (peredam batuk) dan sebagai analgesic.
    -Ethyl Morpine seluruhnya ada 14 jenis.

    2. Yang tergolong Psikotropika :

    Amphetamine

    Amphetamin adalah sekelompok zat/obat yang mempunyai khasiat sebagai simultant susunan syaraf pusat. Amphetamine bersifat menimbulkan rangsangan serupa dengan adrenalin, suatu hormon yang merangsang kegiatan susunan syaraf pusat dan meningkatkan kinerja otak.

    ATS

    ATS yaitu, (Amphetamine Type Simultants), adalah nama sekelompok zat/obat yang mempunyai khasiat sama dengan atau seperti amphetamine. Nama lain yaitu Speed, Crystal dan Ecstasy.

    – Shabu adalah nama jalanan untuk amphetamine.
    – Ice adalah bentuk amphetamine baru yang pada akhir-akhir ini memasuki pasaran gelap narkoba. Ice dibuat dari baha dasar methamfetamin dalam bentuk kristal biru yang dapat dihisap dengan hidung.

    Lampiran Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika memuat empat golongan psikotropika, yaitu : Psikotropika Golongan I, sebanyak 26 jenis; Psikotropika Golongan I, 14 jenis; Psikotropika Golongan III, 9 jenis dan Psikotropika Golongan IV sebanyak 60 jenis.

    Daftar psikotropika dan narkotika tersebut dapat bertambah panjang lagi. Penentuan bahwa narkoba tertentu termasuk yang dilarang, tergantung kepada dampak ketergantungannya. Demikian pula penggolongan atas Golongan I, II, III, dan IV, ditentukan oleh tingkat ketergantungan.

    Psikotropika Golongan I

    Psikotropika Golongan I yaitu Jenis Psikotropika yang mempunyai daya menimbulkan ketergantungan tinggi, dugunakan hanya untuk tujuan ilmu pengetahuan, tidak digunakan untuk pengobatan seperti antara lain :

    1. MDMA (Ecstasy).
    2. Psilosibin dan Psilosin, zat yang diperoleh dari sejenis jamur yang tumbuh di Mexico.
    3. LSD (Lysergic Diethylamide).
    4. Mescaline yang diperoleh dari tumbuhan sejenis kaktus, timbuh di Amerika Barat daya seluruhnya ada 26 jenis.

    Psikotropika Golongan II

    Psikotropika Golongan II yaitu, kelompok psikotropika yang mempunyai daya menimbulkan ketergantungan menengah, digunakan untuk tujuan pengobatan dan ilmu pengetahuan seperti antara lain :

    1). Amphetamine.
    2). Metaqualon seluruhnya ada 14 jenis.

    Psikotropika Golongan III

    Psikotropika Golongan III, yaitu kelompok psikotropika yang mempunyai daya menimbulkan ketergantungan sedang, mempunyai khasiat dan digunakan untuk tujuan pengobatan dan ilmu pengetahuan, seperti antara lain :

    1). Amobarbital.
    2). Flunitrazepam.
    3). Pentobarbital seluruhnya ada 9 jenis.

    Psikotropika Golongan IV

    Psikotropika Golongan IV yaitu, kelompok jenis psikotropika yang mempunyai daya menimbulkan ketergantungan rendah, berkhasiat dan digunakan luas untuk tujuan pengobatan dan ilmu pengetahuan, seperti antara lain :

    1). Diazepam.
    2). Barbital.
    3). Klobazam.
    4). Nitrazepam seluruhnya ada 60 jenis.

    3. Yang Tergolong Bahan Zat Adiktif :

    Bahan yang tidak tergolong narkotika dan psikotropika, tetapi seperti halnya dengan narkotika dan psikotropika, bahan zat adiktif yang menimbulkan ketergantungan antara lain yaitu :

    Alkohol

    Alkohol adalah hasil fermentasi/ peragian karbohidrat : dari bulir padi-padian, cassava. sari buah anggur, nira. Kadara alkohol minuman yang diperoleh melalui proses fermentasi tidak lebih dari 14%, karena ketika kadar alkohol mencapai 14%, mikroba raginya mati. Alkohol yang disebut methyl alkohol adalah jenis alkohol yang sangat berbahaya. Kadar alkohol dari bir 3-5%, Wine 10-14%, Whisky, Rhum, Gin, Vodka, dan Brendy antara 40-50%. Manusia sudah sejak lebih dari 5 millenia mengkonsumsi minuman beralkohol.

    Kafein, caffeine (1.3.7. Trimethylsantine)

    Kafein adalah alkaloida yang terdapat dalam buah kopi. Biji kopi mengandung 1-2.5% kafein. Kafein juga terdapat dalam minuman ringan.

    Nicotine (Nicotiana Tabacum L)

    Nikotin terdapat dalam tumbuhan tembakau dengan kadar sekitar 1-4%. Dalam batang rokok terdapat sekitar 1,1 mg nikotin. Nikotin menimbulkan ketergantungan. Dalam daun tembakau, terdapat ratusan jenis zat lainnya dari nikotin.

    Zat sedatif (penenang) dan hipnotika

    Yang tergolong sedatif/hipnotika diantaranya Benzodiasepin meliputi anatara lain : Temazepam dan Diazeoam, Nitrazepam, Klonazepam.

    Halusinogen

    Halusinogen yaitu, sekelompok zat alamiah atau sintetik yang bila dikonsumsi menimbulkan dampak halusinasi :

    1). Halusinogen alamiah :
    a. LSD (Lysergic Acid Diethylamide) adalah halusinogen yang paling terkenal, merupakan narkoba senitetis yang disarikan dari jamur kering (ergot) yang tumbuh pada rumput gandum.
    LSD adalah cairan tawar, tidak berwarna dan tidak berbau yang sering diserap kedalam zat apa saja yang cocok seperti kertas penghisap dan gula balok, tablet atau kapsul.
    b. Psilosibin, zat yang terdapat dalam jamur psylocibin, yang tumbuh di Mexico.
    c. Harmin, zat yang terdapat dalam tumbuhan harmala, yang tumbuh di Amerika Selatan.

    2. Halusinogen Sintetis, Termasuk : LSD-25; Dom; DMP; DET; DOB; DOE; MDA; PMA; DMA; TMA; DOET.

    Inhalansia

    Inhalansia adalah zat-zat yang disedot melalui hidung, seperti:

    1). Hidrokarbon alifatis dan solvent termasuk Toluent yang (terdapat dalam perekat/lem, pelumas, bensin, aerosol, dan semir sepatu) Benzena, Silena, Stirena (terdapat dalam perekat, pelumas, bensin).
    2). Halogen hidrokarbon termasuk : Trichloretilena, Tetrachloretilena, Tricloretana, dan Methylenchlorida (terdapat dalam minyak pelumas); Chloroform, Halotena, Trichlorofluoromethana, dan Dichlorotetrafluorometana (terdapat dalam freon, pendingin AC dan Lemari Es).
    3). Nitrit alifatis

    Waduh….capek nih ngetiknya…To be continued aja yah…besok, atau kapan-kapan kalau ada waktu, ta’ lanjutin artikelnya…hehehe harap maklum….(^_^)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 9 November 2012 in Uncategorized

 

Doa Seorang Ibu

Doa Seorang Ibu untuk Anaknya…

Posted on 3 November 2011 by tuansufi

Bismillahirrohmanirrohim

Ya Allah ya Salam
Ketika Engkau menebar keselamatan pada hari ini,
maka dahulukanlah untuk anakku ini…

Ya Rahman Ya Rohiim
Jadikanlah ia dalam golongan orang yang selalu menerima rahmat kasih sayang-MU

Ya rozaaq ya Basith
Luaskan rizki dan barokah untuknya

Ya barii
Mudahkanlah hidupnya, sembuhkan segala penyakit dalam jasad dan ruhnya.

Ya Quddus
Jauhkan ia dari segala penyakit hati

Ya Rofii
muliakan dan tinggikan derajatnya

Ya Malikul mulki
Jagalah dia dalam kuasaMU

Ya Syakur
jadikanlah ia ahli bersyukur

Ya Ghoffar
Ampunilah ia sepanjang hidup di dunia dan akhiratnya

Ya Shobuur Ya Mu’iz
tambahkan kesabaran dan beningkanlah hatinya

Yaa Haadii
berikanlah petunjuk dalam ujian yang akan ditempuhnya sebentar lagi

Amin ya Robbal ‘alamin….

Doa ini terkirim hanya beberapa menit sebelum ujian sang anak dimulai

Alhamdulillah kini sang anak telah lulus ; dengan predikat sangat memuaskan. dengan lirih dari mulut sang anak terucap,

terima kasih, Ibu…

dan aku tahu persis bahwa, ucapan itu tidak bisa mewakili sedikitpun apa-apa yang ingin ia sampaikan kepada ibunya

karena gemuruh didadanya melebihi gempa terkuat yang ada di muka bumi ini,

karena sesungguhnya rasa terima kasihnya itu;  melampaui semua jarak terjauh,  menyelami samudera sampai ke tempat yg  paling dalam, melayang-layang sampai ke langit tertinggi,

tidak terdefinisi oleh kata-kata.

Doa Ibu yang Membuat Anaknya yang Mati Hidup Lagi

17 Mei

Sebelumnya saya pernah menulis tentang dahsyatnya Doa Nabi Yunus  dan dahsyatnya Doa Nabi Musa. Kali ini saya akan menulis tentang dahsyatnya doa seorang ibu terhadap anaknya yang sudah mati, kemudian anak itu hidup kembali. Kisah ini saya dapatkan dalam kitab Mujab ad-Da’wah yang ditulis oleh Imam al-Hafizh Ibnu Abi ad-Dunya rahimahullah.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu , dia bercerita:

Suatu hari kami menjenguk seorang anak muda dari Anshar (Madinah) yang sedang sakit berat. Kami tidak beranjak dari sisinya sampai ajal menjemputnya. Lalu kamipun membentangkan kain untuk menuntupi wajahnya. Ibunya yang sudah lemah dan tua berada di samping kepalanya. Lalu kami menoleh kepadanya sambil menghiburnya dengan berkata, ‘Berharaplah pahala dari Allah atas musibah yang menimpamu’.

‘Apakah anakku sudah mati?’, tanya wanita tua itu.

‘Ya’, jawab kami.

‘Benarkah apa yang kalian katakan?’, tanyanya lagi.

‘Ya, benar’, jawab kami.

Lalu wanita tua itu mengulurkan tangannya ke langit sambil berkata, ‘Ya Allah, Engkau tahu bahwa aku pasrah kepada-Mu dan berhijrah kepada Rasul-Mu, dengan harapan agar Engkau berkenan menolongku dalam tiap kesulitan. Ya Allah, janganlah Engkau timpakan kepadaku musibah ini pada hari ini’.

Kemudian dibukalah penutup wajah yang telah kami tutupkan kepada anak muda itu. Tidak berapa lama kemudian, kami menyantap makanan bersamanya.

Ajaib, anak muda itu hidup kembali.

Apa hikmah kisah ini?

Pertama, kisah ini memberi bukti akan dahsyatnya efek doa seorang ibu yang shalihah. Doa orangtua kepada anaknya seperti doa Nabi untuk umatnya. Jangan ragu untuk selalu meminta doa dari orangtua.

Kedua, kisah ini memotivasi kita agar terus berdoa. Jangan pernah berhenti berdoa. Jangan berpikir mengapa doa kita belum terkabulkan. Kalaupun Allah swt ‘belum’ menjawab doa kita, maka kita sudah mendapatkan dua pahala: pahala berdoa dan pahala bersabar menunggu keputusan Allah swt. Tidak ada doa yang tidak terkabul. Allah swt mengabulkan doa-doa kita yang sesuai dengan kebutuhan kita dan sesuai pada waktu yang kita butuhkan.

Ketiga, kisah ini memotivasi kita untuk terus mempertebal keyakinan kepada Tuhan. Ya, keyakinan penuh kepada Allah swt, Sang Pemberi Kehidupan, bahwa Dia akan selalu menyertai langkah hidup kita. Keyakinan seperti ini tidak akan tumbuh dalam hati seseorang yang tidak percaya dengan Kemahakuasaan Allah swt. Keyakinan seperti ini tidak akan lahir dari hati yang lalai dari Allah swt. Itulah hati yang penuh dengan doa dan pengharapan kepada Allah, hati yang penuh dengan cinta kepada Allah, hati yang selalu berusaha lurus di jalan-Nya. Pemilik hati seperti ini akan selalu ditolong oleh Allah swt. persis seperti yang dilakukan-Nya terhadap wanita tua itu.

Kita seringkali merasa putus asa dan terombang-ambing dengan ujian hidup. Itu karena kita tidak punya keyakinan penuh kepada Allah swt. bahwa Dia akan menolong kita. Bisa jadi, hati kecil kita berkata bahwa sebabnya adalah karena kita kurang dekat dengan-Nya selama ini.

Jika kita selalu berusaha mendekat kepada Allah swt dan memperbaiki ibadah kepada-Nya, maka yakinlah Dia akan memberi jalan keluar pada setiap kesulitan kita.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 8 November 2012 in Uncategorized

 

Tawuran Antar Pelajar

foto

TEMPO/Amston Probel

//
Senin, 24 September 2012 | 16:35 WIB

Tawuran Antar-Pelajar di Bulungan, 1 Siswa Tewas

 

TEMPO.CO, Jakarta – Tawuran antar-pelajar kembali terjadi di Bulungan, Jakarta Selatan. Kali ini memakan korban. Satu pelajar tewas dan satu lainnya terluka. Menurut juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, tawuran antara siswa pelajar SMA 6 dan SMA 70 pecah pada pukul 12.20 WIB. “Setelah bubar, didapati satu korban,” kata Rikwanto, Senin, 24 September 2012.

Tawuran terjadi di Bunderan Bulungan, Jakarta Selatan. Korban bernama Alawi, siswa kelas X SMA 6, berdomisili di Larangan, Ciledug Indah. “Dia mendapat luka tusuk di bagian dada.”

Korban kedua, Ramdan Dinis, kelas XII SMA 6, tinggal di Jalan Piso, Bintaro, Jakarta Selatan. Dia luka di pelipis. Kedua korban dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring, Jakarta Selatan. Sayangnya, nyawa Alawi tak tertolong. “Dia meninggal di rumah sakit tidak lama setelah dibawa ke sana,” ujar Rikwanto.

Pemicu tawuran masih belum diketahui. Polisi baru menemukan sebuah celurit di lokasi. “Dugaan kami, itu alat yang digunakan untuk menewaskan korban,” ujarnya.

Hingga sekarang kasus ini masih ditangani Polres Jakarta Selatan. Personel kepolisian masih mengulik data dari sekolah. “Kami mengurai kejadian agar tidak terulang. Anggota kepolisian masih ada di lapangan mengejar pelaku.”

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 8 November 2012 in Uncategorized

 

Pentingnya teknologi informasi dalam pendidikan

PENTINGNYA TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENDIDIKAN

Ditulis pada 1 Mei 2012 oleh

YKAPOTA : Dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat terutama dalam perkembang IT (Information Technology), sehingga membuat batas antar Negara atau bahkan antar Benua sekalipun serasa tidak ada batasnya. Sebagai contoh, informasi yang ada di Amerika dapat kita ketahui dengan mudah dalam hitungan menit bahkan hanya dalam detik saja. Tidak saja hanya dalam bidang internet, kemajuan IT juga dapat dirasakan pada berbagai alat kebutuhan rutin manusia. Seperti dalam hal komunikasi via telephone, hand phone, e-mail, SMS dan lain sebagainya. Dari dulunya hanya menggunakan telegram atau juga surat via POS. tentu manfaat dan keuntunganya sangat besar dirasakan. Hal yang sama juga dapat dirasakan dengan diciptakannya “otak” versi elektroniknya, walaupun perbedaanya masih sangat amat terangat jauh sekali. Yang biasa dikenal dengan komputer, i-Pad dan gadget-gadget lainnya yang merupakan evolusi dari mesin tik. Teknologi informasi serta Komunikasi dewasa ini berkembang cepat menurut deret ukur. Dari tahun ke bulan, dari bulan ke minggu, dari minggu ke hari, dari hari ke jam, dan dari jam ke detik! Oleh karena itulah para cerdik-cendekia sepakat pada suatu argumen, bahwa: informasi memudahkan kehidupan manusia tanpa harus kehilangan kehumanisannya. Manusia tidak bisa lepas dari pendidikan yang sebenarnya juga merupakan kegiatan informasi, bahkan dengan pendidikanlah informasi ilmu pengetahuan dan teknologi dapat disebarluaskan kepada generasi penerus suatu bangsa. Pengaruh dari Teknologi informasi dan komunikasi terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan Teknologi informasi dan komunikasi ada lima pergeseran di dalam proses pembelajaran yaitu:
(1) Pergeseran dari pelatihan ke penampilan
(2) Pergeseran dari ruang kelas ke di mana dankapan saja
(3) Pergeseran dari kertas ke “on line” atau saluran
(4) Pergeseran fasilitasfisik ke fasilitas jaringan kerja
(5) Pergeseran dari waktu siklus ke waktu nyata.

Sebagai media pendidikan komunikasi dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dsb. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut. Dengan adanya teknologi informasi sekarang ini guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet. Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut “cyber teaching” atau pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan internet. Istilah lain yang makin poluper saat ini ialah e-learning yaitu satu model pembelajaran dengan menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi khususnya internet. E-learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas yang belandaskan tiga kriteria yaitu:
(1)  E-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi
(2)   Pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan teknologi internet yang standar
(3)  Memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di balik paradigma pembelajaran tradisional. (Rosenberg 2001; 28)
Pada saat ini e-learning telah berkembang dalam berbagai model pembelajaran yang berbasis TIK seperti: CBT (Computer Based Training), CBI (Computer Based Instruction), Distance Learning, Distance Education, CLE (Cybernetic Learning Environment), Desktop Videoconferencing, ILS (Integrated Learning Syatem), LCC (Learner-Cemterted Classroom), Teleconferencing, WBT (Web-Based Training), dsb.
Perkembangan Pendidkan di Era Globalisasi. Kerjasama yang letaknya berjauhan secara fisik dapat dilakukan dengan lebih mudah antar pakar dan juga dengan mahasiswa. Padahal dahulu, seseorang harus berkelana atau berjalan jauh menempuh ruang dan waktu untuk menemui seorang pakar untuk mendiskusikan sebuah masalah. Saat ini hal ini dapat dilakukan dari rumah dengan mengirimkan email. Makalah dan penelitian dapat dilakukan dengan saling tukar menukar data melalui Internet, via email, ataupun dengan menggunakan mekanisme file sharring dan mailing list. Bayangkan apabila seorang mahasiswa di Sulawesi dapat berdiskusi masalah teknologi komputer dengan seorang pakar di universitas terkemuka di pulau Jawa. Mahasiswa dimanapun di Indonesia dapat mengakses pakar atau dosen yang terbaik di Indonesia dan bahkan di dunia. Batasan geografis bukan menjadi masalah lagi. Di dalam bidang penelitian juga diperlukan Sharing information agar penelitian tidak berulang (reinvent the wheel). Hasil-hasil penelitian di perguruan tinggi dan lembaga penelitian dapat digunakan bersama-sama sehingga mempercepat proses pengembangan ilmu dan teknologi. Sebuah aplikasi baru bagi Internet yaitu Virtual university. Virtual university memiliki karakteristik yang scalable, yaitu dapat menyediakan pendidikan yang diakses oleh orang banyak. Jika pendidikan hanya dilakukan dalam kelas biasa, berapa jumlah orang yang dapat ikut serta dalam satu kelas? Jumlah peserta mungkin hanya dapat diisi 40 – 50 orang. Virtual university dapat diakses oleh siapa saja, darimana saja. Penyedia layanan Virtual University ini adalah http://www.ibuteledukasi.com . Mungkin sekarang ini Virtual University layanannya belum efektif karena teknologi yang masih minim. Namun diharapkan di masa depan Virtual University ini dapat menggunakan teknologi yang lebih handal semisal Video Streaming yang dimasa mendatang akan dihadirkan oleh ISP lokal, sehingga tercipta suatu sistem belajar mengajar yang efektif yang diimpi-impikan oleh setiap ahli IT di dunia Pendidikan. Virtual School juga diharapkan untuk hadir pada jangka waktu satu dasawarsa ke depan. Manfaat-manfaat yang disebutkan di atas sudah dapat menjadi alasan yang kuat untuk menjadikan Internet sebagai infrastruktur bidang pendidikan di Indonesia. Untuk merangkumkan manfaat Internet bagi bidang pendidikan di Indonesia adalah akses-akses :
1.  Perpustakaan
2.  Pakar
3.  Kegiatan kuliah dilakukan secara online
4. Tersedianya layanan informasi akademik suatu institusi pendidikan;
5. Tersedianya fasilitas mesin pencari data
6. Tersedianya fasilitas diskusi
7. Tersedianya fasilitas direktori alumni dan sekolah
8. Tersedianya fasilitas kerjasama

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 8 November 2012 in Uncategorized

 

Perkembangan pendidikan di Indonesia

Perkembangan Pendidikan di Indonesia

 

|Perkembangan Pendidikan Indonesia| Perkembangan Teknologi Informasi| UU pornografi dan Porno aksi|

Friday, 16 January 2009

Kepedulian

Kepedulian kita akan arti penting pendidikan masih kurang, masih banyak anak-anak jalanan yang kurang beruntung mandapatkan pendidikan yang berada disekitar kita tapi kita seakan kurang peduli hal itu. kini mari kita saling bantu dalam mengantaskan masalah buta huruf dan meningkatkan SDM masyarakat disekitar kita.
Posted by Mersi yulian at 04:38 1 comments

Kontroversi BHP

Pemerintah mengeluarkan BHP ( Badan Hukum Pendidikan ), ini menjadi kontroversi selain UU APP, banyak Mahasiswa berdemo untuk menentang keputusan Pemerintah ini karena dengan ditetapkannya BHP ini di khawatirkan Pendidikan hanya akan jadi “ladang bisnis” untuk oknum-oknum yang memang selama ini mencari keuntungan bahkan sebelum ditetapkannya aturan ini.
Biaya pendidikan akan semakin mahal dan sullit terjangkau oleh masyarakat ekonomi lemah yang memiliki tekad merubah hidupnya dengan bersekolah.
apakah pendidikan akan diperuntukan untuk kaum-kaum Jetset.
Isi dari BHP sendiri masih rancu banyak hal-hal yang seharusnya harus diperjelas agar tidak terjadi saling tuduh pada akhirnya. Seharusnya Pemerintah juga mengajak bicara Perwakilan dari Mahasiswa sebelum penetapan aturan ini karena bagaimanapun juga merekalah yang akan menerima dampak langsung dari keputusan ini. Kita harus saling koreksi diri, jika Mahasiswa berdemo menuntut Hak Asasinya maka harusnya juga mereka sadar tidak boleh melanggar Hak orang lain dalam berkendara di jalan, merasakan ketenangan, kenyamanan, keamanan.
mari kita bicarakan semua secara musyawarah seperti yang di ajarkan para leluhur kepada kita. kita selesaikan masalah tanpa membuat masalah yang baru.
Mari kita menata kembali semua secara bersama dan mencari solusi terbaik buat kita semua sehingga tidak ada pihak yang di rugikan, baik dari pihak Pemerintah maupun Pelajar.
Sebagai kaum Intelek harusnya kita lebih tahu akan hal itu.
Posted by Mersi yulian at 03:53 0 comments

Kita Bangun Bangsa Bersama

Apakah pendidikan hanya untuk anak-anak orang yang memiliki ekonomi mencukupi lalu bagaimana dengan anak dari orang-orang yang memiliki ekonomi pas-pasan seperti sebagian besar penduduk Indonesia. Bukan rahasia umum lagi kalau masih ada saja oknum-oknum yang menyelewengkan dana-dana bantuan Pemerintah untuk anak-anak yang kurang beruntung. Ini tidaklah adil bila pendidikan harus di ukur Materi, bukahkah Pemerintah talah mengaturnya dalam Undang-undang. Padahal isi Pasal 31 UUD 45 dengan tegas mengatakan bahwa tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran dan pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional.
Tentu bukan hanya Pemerintah saja yang harus mengurusi masalah anak-anak yang kurang beruntung ini tapi kita sebagai elemen masyarakat juga harusnya ikut serta membantu mereka, bukahkah mereka adalah generasi-generasi penerus bangsa, akan jadi apa bangsa ini jika penerusnya tidak memiliki intelektual yang mampu bersaing dengan bangsa-bangsa asing. apakah kita ingin nantinya bangsa kita kembali dijajah oleh bangsa asing melalui pendidikan, sebagai contohnya masalah Vaksin Flu burung, kita harus membeli Vaksin flu burung dari Amerika padahal samplenya berasal dari kita, kita kalah dalam teknologi dan pengetahuan. maka dari itu mari kita bersama-sama mencerdaskan anak bangsa mulai dari hal-hal terkecil di sekeliling kita
Mari Kita bangun bangsa bersama, karena hanya bersama kita bisa !!!!
Posted by Mersi yulian at 03:34 1 comments

Tuesday, 13 January 2009

WAJAH BURUK PENDIDIKAN DI INDONESIA

 

WAJAH BURUK PENDIDIKAN DI INDONESIA

Oleh Zulia Ilmawati dkk

(TIM PENDIDIKAN HTI)

 
 

Paradigma Pendidikan NasionalDiakui atau tidak, sistem pendidikan yang berjalan di Indonesia saat ini adalah sistem pendidikan yang sekular-materialistik. Hal ini dapat terlihat antara lain pada UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 Bab VI tentang jalur, jenjang dan jenis pendidikan bagian kesatu (umum) pasal 15 yang berbunyi: Jenis pendidikan mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, advokasi, keagaman, dan khusus. Dari pasal ini tampak jelas adanya dikotomi pendidikan, yaitu pendidikan agama dan pendidikan umum. Sistem pendidikan dikotomis semacam ini terbukti telah gagal melahirkan manusia salih yang berkepribadian Islam sekaligus mampu menjawab tantangan perkembangan melalui penguasaan sains dan teknologi.

 

Secara kelembagaan, sekularisasi pendidikan tampak pada pendidikan agama melalui madrasah, institut agama, dan pesantren yang dikelola oleh Departemen Agama; sementara pendidikan umum melalui sekolah dasar, sekolah menengah, kejuruan serta perguruan tinggi umum dikelola oleh Departemen Pendidikan Nasional. Terdapat kesan yang sangat kuat bahwa pengembangan ilmu-ilmu kehidupan (iptek) dilakukan oleh Depdiknas dan dipandang sebagai tidak berhubungan dengan agama. Pembentukan karakter siswa yang merupakan bagian terpenting dari proses pendidikan justru kurang tergarap secara serius. Agama ditempatkan sekadar sebagai salah satu aspek yang perannya sangat minimal, bukan menjadi landasan dari seluruh aspek.Hal ini juga tampak pada BAB X pasal 37 UU Sisdiknas tentang ketentuan kurikulum pendidikan dasar dan menengah yang mewajibkan memuat 10 bidang mata pelajaran dengan pendidikan agama yang tidak proposional dan tidak dijadikan landasan bagi bidang pelajaran yang lainnya. Ini jelas tidak akan mampu mewujudkan anak didik yang sesuai dengan tujuan dari pendidikan nasional sendiri, yaitu mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Kacaunya kurikulum ini tentu saja berawal dari asasnya yang sekular, yang kemudian mempengaruhi penyusunan struktur kurikulum yang tidak memberikan ruang semestinya bagi proses penguasaan tsaqâfah Islam dan pembentukan kepribadian Islam.

Pendidikan yang sekular-materialistik ini memang bisa melahirkan orang yang menguasai sains-teknologi melalui pendidikan umum yang diikutinya. Akan tetapi, pendidikan semacam itu terbukti gagal membentuk kepribadian peserta didik dan penguasaan tsaqâfah Islam. Berapa banyak lulusan pendidikan umum yang tetap saja ‘buta agama’ dan rapuh kepribadiannya? Sebaliknya, mereka yang belajar di lingkungan pendidikan agama memang menguasai tsaqâfah Islam dan secara relatif sisi kepribadiannya tergarap baik. Akan tetapi, di sisi lain, ia buta terhadap perkembangan sains dan teknologi. Akhirnya, sektor-sektor modern (industri manufaktur, perdagangan, dan jasa) diisi oleh orang-orang yang relatif awam terhadap agama karena orang-orang yang mengerti agama terkumpul di dunianya sendiri (madrasah, dosen/guru agama, Depag), tidak mampu terjun di sektor modern.

Sistem pendidikan yang material-sekularistik tersebut sebenarnya hanyalah merupakan bagian belaka dari sistem kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang juga sekular. Dalam sistem sekular, aturan-aturan, pandangan, dan nilai-nilai Islam memang tidak pernah secara sengaja digunakan untuk menata berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan. Karena itu, di tengah-tengah sistem sekularistik ini lahirlah berbagai bentuk tatanan yang jauh dari nilai-nilai agama.

 

Mahalnya Biaya Pendidikan

Pendidikan bermutu itu mahal. Kalimat ini yang sering muncul untuk menjustifikasi mahalnya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk mengenyam bangku pendidikan. Mahalnya biaya pendidikan dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi (PT) membuat masyarakat miskin tidak memiliki pilihan lain kecuali tidak bersekolah.

Untuk masuk TK dan SDN saja saat ini dibutuhkan biaya Rp 500.000,- sampai Rp 1.000.000,- Bahkan ada yang memungut di atas Rp 1 juta. Masuk SLTP/SLTA bisa mencapai Rp 1 juta sampai Rp 5 juta. Makin mahalnya biaya pendidikan sekarang ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang menerapkan MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). MBS di Indonesia pada realitanya lebih dimaknai sebagai upaya untuk melakukan mobilisasi dana. Karena itu, Komite Sekolah/Dewan Pendidikan yang merupakan organ MBS selalu disyaratkan adanya unsur pengusaha. Asumsinya, pengusaha memiliki akses atas modal yang lebih luas. Hasilnya, setelah Komite Sekolah terbentuk, segala pungutan uang selalu berkedok, “sesuai keputusan Komite Sekolah”. Namun, pada tingkat implementasinya, ia tidak transparan, karena yang dipilih menjadi pengurus dan anggota Komite Sekolah adalah orang-orang dekat dengan Kepala Sekolah. Akibatnya, Komite Sekolah hanya menjadi legitimator kebijakan Kepala Sekolah, dan MBS pun hanya menjadi legitimasi dari pelepasan tanggung jawab negara terhadap permasalahan pendidikan rakyatnya.

Kondisi ini akan lebih buruk dengan adanya RUU tentang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP). Berubahnya status pendidikan dari milik publik ke bentuk Badan Hukum jelas memiliki konsekuensi ekonomis dan politis amat besar. Dengan perubahan status itu Pemerintah secara mudah dapat melemparkan tanggung jawabnya atas pendidikan warganya kepada pemilik badan hukum yang sosoknya tidak jelas.Munculnya BHMN dan MBS adalah beberapa contoh kebijakan pendidikan yang kontroversial. BHMN sendiri berdampak pada melambungnya biaya pendidikan di beberapa Perguruan Tinggi favorit.

Privatisasi atau semakin melemahnya peran negara dalam sektor pelayanan publik tak lepas dari tekanan utang dan kebijakan untuk memastikan pembayaran utang. Utang luar negeri Indonesia sebesar 35-40 persen dari APBN setiap tahunnya merupakan faktor pendorong privatisasi pendidikan. Akibatnya, sektor yang menyerap pendanaan besar seperti pendidikan menjadi korban. Dana pendidikan terpotong hingga tinggal 8 persen (Kompas, 10/5/2005).

Dari APBN 2005 hanya 5.82% yang dialokasikan untuk pendidikan. Bandingkan dengan dana untuk membayar hutang yang menguras 25% belanja dalam APBN (www.kau.or.id).

Rencana Pemerintah memprivatisasi pendidikan dilegitimasi melalui sejumlah peraturan, seperti Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, RUU Badan Hukum Pendidikan, Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pendidikan Dasar dan Menengah, dan RPP tentang Wajib Belajar. Penguatan pada privatisasi pendidikan itu, misalnya, terlihat dalam Pasal 53 (1) UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Dalam pasal itu disebutkan, penyelenggara dan/atau satuan pendidikan formal yang didirikan oleh Pemerintah atau masyarakat berbentuk badan hukum pendidikan. Seperti halnya perusahaan, sekolah dibebaskan mencari modal untuk diinvestasikan dalam operasional pendidikan.

Koordinator LSM Education Network for Justice (ENJ), Yanti Mukhtar (Republika, 10/5/2005) menilai bahwa dengan privatisasi pendidikan berarti Pemerintah telah melegitimasi komersialisasi pendidikan dengan menyerahkan tanggung jawab penyelenggaraan pendidikan ke pasar. Dengan begitu, nantinya sekolah memiliki otonomi untuk menentukan sendiri biaya penyelenggaraan pendidikan. Sekolah tentu saja akan mematok biaya setinggi-tingginya untuk meningkatkan dan mempertahankan mutu. Akibatnya, akses rakyat yang kurang mampu untuk menikmati pendidikan berkualitas akan terbatasi dan masyarakat semakin terkotak-kotak berdasarkan status sosial, antara yang kaya dan miskin.

Hal senada dituturkan pengamat ekonomi Revrisond Bawsir. Menurut dia, privatisasi pendidikan merupakan agenda Kapitalisme global yang telah dirancang sejak lama oleh negara-negara donor lewat Bank Dunia. Melalui Rancangan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP), Pemerintah berencana memprivatisasi pendidikan. Semua satuan pendidikan kelak akan menjadi badan hukum pendidikan (BHP) yang wajib mencari sumber dananya sendiri. Hal ini berlaku untuk seluruh sekolah negeri, dari SD hingga perguruan tinggi.

Bagi masyarakat tertentu, beberapa PTN yang sekarang berubah status menjadi badan hukum milik negara (BHMN) itu menjadi momok. Jika alasannya bahwa pendidikan bermutu itu harus mahal, maka argumen ini hanya berlaku di Indonesia. Di Jerman, Prancis, Belanda, dan di beberapa negara berkembang lainnya, banyak perguruan tinggi yang bermutu namun biaya pendidikannya rendah. Bahkan beberapa negara ada yang menggratiskan biaya pendidikan.

Pendidikan berkualitas memang tidak mungkin murah, tetapi persoalannya siapa yang seharusnya membayarnya. Kewajiban Pemerintahlah untuk menjamin setiap warganya memperoleh pendidikan dan menjamin akses masyarakat bawah untuk mendapatkan pendidikan bermutu. Akan tetapi, kenyataannya Pemerintah justru ingin berkilah dari tanggung jawab. Padahal keterbatasan dana tidak dapat dijadikan alasan bagi Pemerintah untuk ‘cuci tangan’.

 

Kualitas SDM yang Dihasilkan Rendah

Akibat paradigma pendidikan nasional yang materialistik-sekularistik, kualitas kepribadian anak didik di Indonesia semakin memprihatinkan. Maraknya tawuran antar remaja di berbagai kota ditambah dengan sejumlah perliku mereka yang sudah tergolong kriminal, meningkatanya penyalahgunaan narkoba, dan pergaulan bebas adalah bukti bahwa pendidikan tidak berhasil membentuk anak didik yang memiliki kepribadian Islam.

Dari sisi keahlian pun sangat jauh jika dibandingkan dengan negara lain. Bersama dengan sejumlah negara ASEAN, kecuali Singapura dan Brunei Darussalam, Indonesia masuk dalam kategori negara yang Indeks Pembangunan Manusia (IPM)-nya di tingkat medium. Jika dilihat dari indikator indeks pendidikan, Indonesia berada di atas Myanmar, Kamboja, dan Laos atau ada di peringkat 6 negara ASEAN. Bahkan indeks pendidikan Vietnam—yang pendapatan perkapitanya lebih rendah dari Indonesia—adalah lebih baik.

Jika dibandingkan dengan India, sebuah negara dengan segudang masalah (kemiskinan, kurang gizi, pendidikan yang rendah), ternyata kualitas SDM Indonesia sangat jauh. India dapat menghasilkan kualitas SDM yang mencengangkan. Berbekal penguasaannya di dalam teknologi, khususnya teknologi informasi, negeri dengan jumlah penduduk lebih dari 1 miliar itu mempunyai target menjadi negara maju dan satu dari lima penguasa dunia pada tahun 2020. Mimpi ini tak muluk-muluk jika kita menengok kekuatan pendidikannya. Meski negara ini masih bergulat dengan persoalan buta huruf dan pemerataan pendidikan dasar, India punya sederet perguruan tinggi yang benar-benar menjadi pusat unggulan dengan reputasi internasional. Digerakkan oleh keberadaan pusat-pusat unggulan itu, kini pemerintah India lebih serius membenahi pendidikan masyarakat bawah.

Prestasi India dalam teknologi dan pendidikan sangat menakjubkan. Jika Indonesia masih dibayang-bayangi pengusiran dan pemerkosaan tenaga kerja tak terdidik yang dikirim ke luar negeri, banyak orang India mendapat posisi bergengsi di pasar kerja Internasional. Bahkan di AS, kaum profesional asal India memberi warna tersendiri bagi negara adikuasa itu. Sekitar 30 persen dokter di AS merupakan warga keturunan India. Tidak kurang dari 250 warga India mengisi 10 sekolah bisnis paling top di AS. Sekitar 40 persen pekerja microsoft berasal dari India. (Kompas, 4/9/2004).

Berdasarkan peringkat universitas terbaik di Asia versi majalah Asiaweek 2000, tidak satu pun perguruan tinggi di Indonesia masuk dalam 20 terbaik. UI berada di peringkat 61 untuk kategori universitas multidisiplin. UGM diperingkat 68, UNDIP diperingkat 77, UNAIR diperingkat 75; sedangkan ITB diperingkat 21 untuk universitas sains dan teknologi, kalah dibandingkan dengan Universitas Nasional Sains dan Teknologi Pakistan.

Walaupun angka partisipasi murni SD di Indonesia dalam kurun 20 tahun meningkat dari 40 menjadi 100 persen, kualitasnya sulit dibanggakan. Kini puluhan ribu anak SD harus belajar di sekolah bobrok. Ironinya, sampai saat ini belum terjawab, bagaimana Pemerintah menangani persoalan yang sangat kasatmata itu; sementara masih banyak anak usia SD yang putus sekolah atau malah belum terjangkau sama sekali oleh pelayanan pendidikan. Wajib belajar 9 tahun secara kuantitatif pun sulit bisa dituntaskan pada tahun 2008.

 

Posted by Mersi yulian at 01:34 0 comments

Permasalahan Pendidikan Indonesia Perlu Dipetakan Kembali

 

Jakarta, Kompas – Di tengah benang kusut permasalahan pendidikan di Indonesia, pemetaan kembali dirasa perlu. Pemetaan tersebut dapat menjadi bekal bagi pemimpin mendatang untuk pengembangan pendidikan nasional.

Demikian antara lain terungkap dalam Seminar Nasional Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Menyongsong Masa Depan, Rabu (13/10). Acara itu diadakan Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional.

Prof Dr HAR Tilaar berpendapat, ada delapan masalah pendidikan yang harus menjadi perhatian. Kedelapan masalah itu menyangkut kebijakan pendidikan, perkembangan anak Indonesia, guru, relevansi pendidikan, mutu pendidikan, pemerataan, manajemen pendidikan, dan pembiayaan pendidikan.

Permasalahan tersebut sebetulnya sudah teridentifikasi dalam skala berbeda dalam Penelitian Nasional Pendidikan (PNP) pada tahun 1969 saat sekitar 100 pakar pendidikan dari seluruh Indonesia berkumpul di Cipayung. Namun, setelah lebih dari 30 tahun berlalu, perubahan belum banyak.

Dia mencontohkan mengenai perkembangan anak sebagai salah satu titik sentral dari proses pendidikan anak. Pengetahuan tentang perkembangan anak Indonesia nihil. Hampir tidak ada penelitian pengembangan tentang anak Indonesia secara psikologi, antropologi, filsafat dan pedagogik.

Demikian pula terkait dengan kebijakan. Masyarakat mempunyai persepsi negatif terhadap pendidikan di Indonesia dengan pemeo “ganti menteri ganti kebijakan”.

“Banyak kebijakan berganti tanpa dievaluasi sebelumnya. Dulu ada sistem cara belajar siswa aktif (CBSA), link and match, di masa reformasi muncul konsep setengah matang seperti munculnya Kurikulum Berbasis Kompetensi, manajemen berbasis sekolah, lifeskill, komite sekolah dan dewan pendidikan yang membingungkan,” katanya.

Pengamat pendidikan Prof Dr Winarno Surakhmad mengatakan, mengurai benang kusut pendidikan perlu dimulai dari memahami falsafah pendidikan. Falsafah pendidikan itu yang nantinya menjadi dasar sehingga tidak masalah dengan pergantian kepemimpinan atau kebijakan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 7 November 2012 in Uncategorized